L

Header Ads
Tiny Star

Hati perempuan laksana danau

kau tak akan tahu isinya kalau hanya sekadar mendayung perahu dipermukaan

Perjalanan...

Bersamamu ternyata jalan ini lebih indah, meski kadang tak mudah

Ketika kau bertanya apa warna yang kusuka

ketahuilah, bahwa aku suka sekali warna langit ketika matahari hendak bersembunyi

Indah?

...dan surga jauh lebih Indah

Menurutmu mana yang lebih kuat antara karang atau ombak?

Bagiku Ombak lebih kuat sebab meski tahu akan pecah tetapi dia tetap memenuhi janji pada pantai

catatan Hati

Sunyi, tak ada suara selain irama jariku yang menari lincah diatas keyboard. Malam ini memang tak biasa, sejak jam sembilan tadi teman-teman kos telah kembali kekamarnya masing-masing, sebelum berangkat mereka sempat berpesan agar aku segera tidur sebab acara besok akan menguras tenaga. Ya..besok adalah hari dimana ratusan mahasiswa resmi ‘melepaskan’ status
kemahasiswaannya, hari dimana ratusan orang sepertiku harus memulai langkah baru..meski siap atau tidak, hari dimana ratusan orang sepertiku layaknya kura-kura yang keluar dari cangkang telur dan bergegas kelaut. ah..bagaimana aku bisa memejamkan mata sementara langkahku lusa masih diselimuti kabut abadi. Bagaimana aku bisa terlelap tidur padahal mulai besok, aku tak tahu harus melangkah kemana tanpa status seperti biasa.
Mendekati tengah malam, sunyi makin betah berlama dikamarku, mungkin ia tahu bahwa ini malam terakhirku disini, dikamar yang dindingnya penuh tempelan coretan yang kubuat, dan tulisan paling mencolok adalah “aku tidak tahu ini rahmat atau musibah, aku hanya ingin berprasangka baik pada-Mu, Allah” yang kubuat ketika mengerjakan skripsi. Yuph.. segera saja tulisan itu kulapalkan lagi untuk diriku sendiri, berharap semua yang akan terjadi menjadi lebih baik berdasarkan persangkaanku pada-Nya.

jam 2.30 dini hari, dan ‘nyanyian tidur’ ku sudah berulang 7 kali.. padahal biasanya aku hanya mampu mendengar setengah dari seluruh bait. Ah,, harusnya aku sudah terlelap..!

**
Sunyi ternyata meninggalkanku jam 4.30, tepat ketika salah seorang temanku yang juga akan wisuda pagi ini keluar dari kamarnya untuk mandi. Mungkin ia bergegas kesalon agar sebelum jam 8 sudah berada diruangan dengan dandanan rapi. Hm.. “semoga hari berlalu dengan (sangat) cepat”  do’aku mengawali hari. pagi ini juga tidak seperti pagi biasa sebab kebanyakan teman-teman datang dengan wajah riang dan rupa yang nyaris tak kukenal..  bersyukur aku tidak ‘ikut’ sebab aku tak bisa membayangkan akan seperti apa wajahku setelah di’permak’.
Ruangan penuh sesak oleh lebih dari 2000 orang pagi ini, mereka adalah mahasiswa yang telah menyelesaikan studinya disini dan kembali pikiran itu melintas diotakku, akan kemana semua wisudawan/ti ini sehari, seminggu atau sebulan setelah hari ini? Adakah tawa renyah mereka adalah bentuk kebebasan atau malah sebentuk topeng untuk menyembunyikan kegelisahan seperti yang kugunakan? Adakah wajah riang mereka adalah bentuk kepuasan sebab telah lulus atau malah hanya sebentuk kebaikan agar gundah itu tidak terbaca dan menular? adakah saat ini pikiran yang ada dikepalaku juga singgah dibenak mereka? Tentang lusa yang dalam kabut abadi, tentang tangung jawab yang sebenarnya telah ada dipundak ketika pembimbing menyalami dimeja hijau dengan wajah puas? Tentang harapan dari orang tua yang kini mulai bertunas? Tentang masyarakat yang meminta partisipasi lebih pada sarjana, tentang banyak hal lagi yang tak bisa kujabarkan,,“hei..foto yuk” sebuah suara terdengar dengan tepukan pelan dipundakku, tapi aku malas untuk mengabadikan senyum tidak tulusku hari ini jadi kuputuskan untuk menjadi fotografer dengan beberapa kamera ditangan.



aku tidak tahu ini rahmat atau musibah, tapi aku hanya ingin berprasangka baik pada-Mu Allah gumamku meyakinkan hati agar otak tak galau lagi.



kadO

 sudah berhari-hari ingin kutulis sedikit cerita tentangmu tapi selalu saja terjadi defisit dalam perbendaharaan kataku .
oya..hari lahirmu bukan? hari dimana puluhan tahun lalu (jiah..udah ngerasa tuwir deh) seorang gadis mungil lahir kedunia dalam keadaan sehat (?)hm...tapi ma'af, sepertinya tak akan ada ucapan  dariku sobat sebab konon katanya gak boleh karena bid'ah .


so,,sekarang kita ngapain ya? (tuh kan.. saya gak punya ide).. 


hufft..Tapi terlepas dari bid'ah atau segala mitos tentang ulang tahun yang dikenal masyarakat dunia saat ini, seperti mengapa perayaan ulang tahun harus menggunakan kue yang menurut salah satu sumber bangsa Yunani menggunakan kue untuk persembahan ke kuil dewi bulan, Artemis dan untuk memvisualisasikan bulan purnama mereka menggunakan kue berbentuk bulat. Atau cerita tetang Geburtstagorten dijerman yang merupakan salah satu tipe kue ulang tahun yang biasa digunakan..Yang pasti menurut saya setiap orang sudah sepantasnya menghargai dan mensyukuri setip detik waktu yang kita lewati tidak hanya ketika tiba tanggal yang sama ketika kita dilahirkan. 

nah lho... itu bukan bid'ah lo ya,,cuma sekedar 'saling mengingatkan'. 

udah'n ya,,
salam..

pleGmatis

hm...iseng2 nyoba ikut kuis facebook, ternyata oh ternyata..saya adalah pendamai yang tidak suka kekerasan. namun cenderung pasif dan pemalas



kegelisahan Iblis


Once upon a time..seekor (bukan bermaksud mengada-ngada tapi berdasarkan ilustrasi gambar iblis memang punya ekor) iblis mendapati seorang manusia tengah shalat, instingnya langsung bekerja sesuai janjinya pada sang pencipta maka dia langsung menggoda dengan segala cara hingga manusia tersebut memutuskan shalatnya dan menatap iblis dengan lama, “kenapa kau menggangguku?” bentaknya kemudian.. “karena aku ingin jadi sahabatmu ” jawab iblis dengan wajah ramah “mengapa kau pilih aku?” manusia masih belum terima “karena percuma kau shalat..dosamu menghalangi do’a yang kau panjatkan.. bukankah shalat itu berarti do’a jadi tak perlu shalat kalo masih berdosa” (ternyata iblis pintar beretorika) “hm…baiklah” manusia tampak berfikir (kelebihan yang sering tidak disadari manusia) “aku setuju dengan asumsimu” sambungnya kemudian dan mata iblis langsung bersinar bahagia 

Adzan dzuhur berkumandang dan manusia terlihat tak peduli maka dengan hati-hati iblis bertanya “kau tidak shalat?” manusia bergumam “tidak..pekerjaanku hampir selesai dan sayang kalau ditinggal” jawabnya cuek dan sekali lagi iblis teramat senang “kau memang sahabatku” tuturnya merangkul pundak manusia, aku pergi sebentar untuk mencari sahabat lain yang sedang shalat (NB: sahabat tak pernah meninggalkanmu jadi iblis bukan sahabat yang baik).
Ashar datang bersama matahari yang mulai merunduk dan kembali iblis menemui sahabatnya.. “tidak shalat kah?” tanyanya lagi “sebentar lagi.. aku masih lelah dengan pekerjaan tadi siang” (padahal dalam satu riwayat.. sahabat pernah meminta bilal untuk mengistirahatkan mereka dengan shalat) “baiklah..” jawab iblis mulai bernada cemas, dia berdiam diri dan melupakan tanggung jawabnya untuk menggoda manusia yang sedang shalat “ashar hampir berlalu dan kau masih belum shalat” protesnya lagi dan manusia diliputi keheranan “kenapa kau lebih cerewet dari pada ustadz/ah???” iblis bergeming, bingung harus menjelaskan kegelisahannya.

Sisa kemerahan masih membayang di langit barat diiringi dengan adzan maghrib yang mengalun merdu, kegelisahan iblis makin menjadi-jadi “kenapa kau tak shalat..!” bentaknya “aku sangat lapar,, jadi sebaiknya aku makan dulu..” iblis menghela nafas berat (apa iblis bernafas..???) “makanlah..” tuturnya pasrah. Dan waktu berlalu hingga isya datang dipekat malam “shalatlah..”pinta iblis dengan mengesampingkan amanah dari nenek moyangnya agar mencegah manusia untuk shalat “nanti saja.. ketika akan tidur, bukankah waktu isya itu panjang” jawab manusia sambil tidur-tiduran dan beberapa saat kemudian telah hanyut dalam bunga tidurnya yang hampir bersifat adiktif.
“hei bangun…!” iblis benar-benar tak sabar (pernahkah iblis sabar???) mendengar adzan subuh sudah bersahut-sahutan “ada apa?” malas manusia bangkit dari tidurnya “mulai sekarang aku tak mau lagi jadi sahabatmu…!” intonasi marah benar-benar kentara dikalimatnya “apa?” manusia mengernyit mengumpulkan sadarnya “aku tak mau jadi sahabatmu..apa kurang jelas” iblis benar-benar emosi “kenapa?” kali ini manusia ketularan sifat iblis -tukang protes- “kau tahu…”iblis mulai terisak “bahwa aku mendurhakai-Nya dengan tak mau sujud sesuai perintahnya..” dia berhenti sejenak menyeka air matanya “aku tahu” potong manusia tak sabar (memang sifat asli sepertinya) “dan kau tahu bahwa aku hanya sekali menolak untuk bersujud..?” dan manusia mengangguk “sedangkan kau..??? lima kali kau menolak sujud dalam sehari, betapa lebih durhakanya kau dari pada aku..” dia menunduk “awalnya kupikir aku mendapat sahabat yang bisa menemaniku dineraka nantinya tapi sekarang aku mulai ragu.. jangan-jangan akulah sahabat yang harus menemanimu dineraka nantinya” galau yang sejak tadi sore membungkus hatinya perlahan menipis, “dan aku minta maaf.. alasanku kemaren pagi itu tak bisa dibenarkan”.
Hening.. tak ada tanggapan dan dengan keberanian yang dipaksakan, iblis mulai mengangkat wajahnya dan betapa kecewanya dia bahwa sahabat yang diharapkan mau mendengar gundahnya telah tertidur pulas “manusia ternyata lebih keji dariku, udah capek-capek curhat..e…malah ditinggal tidur” (bahasanya mulai tidak sesuai KBBI) “manusia juga lebih durhaka ketimbang aku, mereka berkali-kali gak peduli seruan-Nya, berkali-kali mengumpat-Nya jika diberi cobaan dan berkali-kali gak bersyukur kalo dikasih nikmat” gumamnya sendiri “mereka melanggar larangan-Nya, gak nggeh ma perintah-Nya, betapa sombongnya mereka” dia mendengus “dan anehnya, mereka terus saja melaknatiku karena gak mau sujud.. inilah mengapa mereka punya pepetah ‘semut diseberang lautan tampak sedangkan gajah dipelupuk mata tidak kelihatan’…lagian, sebenarnya aku lebih suka orang-orang yang tunduk pada-Nya, rasanya damai aja ngelihat mereka sujud dan nutup aurat,,terlepas dari tantangan yang harus kutaklukkan” dia beranjak pergi meninggalkan manusia yang melupakan subuhnya, “selagi kau masih punya kesempatan maka taubatlah.. kau mungkin sudah tahu bahwa Allah suka mendengar tangis orang-orang yang bertaubat” bisiknya berlalu sambil menyeka airmata.

PintaKu

ketika izrail bertandang kekediamanku,
ketika dia mengajakku dengan paksaan atau kerelaan,
ketika satu persatu kalian kujauhi,
ketika itu aku pergi..

jika kata-kataku pernah menyakiti maka maafkanlah
jika sikapku pernah mendzalimi maka maafkanlah
jika sifatku terlalu egois maka maafkanlah
karena urusanku dengan-Nya disana tak akan pernah selesai jika belum menyelesaikan perkaraku disini.

Ketahuilah..
Bahwa kalian memberi warna indah dihariku,
memberi kata terbaik diperjalananku
memberi arti dilangkahku
dan memberi sesuatu yang ingin selalu kusyukuri

penuhilah pintaku..
tolong jangan tangisi kepergianku
tolong jenguk aku dengan do’a disetiap shalatmu
tolong jangan bebani aku dengan perkataan setelah kematianku

aku tak pernah tahu kapan dia berkunjung,
sebentar lagi, hari ini, esok, lusa, minggu depan atau ketika satu persatu nikmat-Nya telah diambil kembali tapi aku tahu pasti bahwa dia akan mengunjungiku dengan atau tanpa kesiapan dariku.. dan jika saat itu datang maka percayalah bahwa hidupku belum berakhir tapi baru saja berawal.. hidup abadiku ditempat terindah yang mengalir dibawahnya sungai-sungai atau ditempat yang dipenuhi sesal dan permintaan untuk dikembalikan kedunia. Tapi aku percaya dengan perkataan kekasih-Nya bahwa dihari akhir..seseorang akan bersama orang yang dicintainya maka sedapat mungkin kurajut cinta untuknya agar dapat syafaat dan singgah ditelaganya, agar bisa menatap wajah agungnya yang lebih indah dari rembulan, agar bisa duduk didekatnya dan mendengar indah suaranya, agar bisa melihat senyumnya dan caranya bercanda.. dan kuyakin tangisku pecah ketika pertama kali bersua dengannya, karena rindu dan malu bersinergi dengan cinta yang tengah kurangkai.

Ketika sang pemutus nikmat itu datang,
Ketika dia membawaku bersamanya,
Ketika kesendirian adalah pilihan terbaik,
Ketika itu aku pergi..

Untuk Sahabatku


Sudah lama ingin kubayar hutang ini, tapi selalu saja aku kehabisan kata setiap kali memulai untuk menuliskannya.
ndut… terima kasih atas tulisanmu siang itu, aku sungguh terharu menyadari bahwa tulisan itu khusus untukku. Tahukah kamu bahwa itu kali pertama kubaca tulisan tentangku,.



hhhhhmmm.... hhhmmmmm... bosaaan ,, capekk atau apalah yang menyusup dalam benak qu beberapa jam saat qu brjalan menujuh istanah mata hati qu (sebenernya sihh .. yg dmaksud kos_an doannk.. hkhkhhk) hingga sedikit pun tak ingin ku perbuat satu pun. tapiii... jeritan hatii ini kmbali merontah menggugah qu untuk segera mnyinggahi sbuah rumah kecil yang ada dpkarangan rumah kosan Qu , tepatnya " metto@net" tempat biasa aqu beristihat sejenak sblum kmbali k kostqu. ^_^

lansung dengan segera qu lirik penghuni di "metto@net" ternyata nyaris full , syukur aja tersisa satucompi yang sudah tersedia di dpn mataqu , qu coba utuk duduk dan qu raihhh sembari qu coba aktifkan terniat dalam hati hanya ingin mengintip jaringan dunia maya yang lagi T.O.P B.G.T dikalangan anak muda skarang bahkan nyaris merambah smuah kalangan , ntah tua muda taupun remaja... aaaakkkkh,,, gk taulah yang penting yang qu tau namanya FB alias facebook . dipencarian qu ketik sbuah "ID" ,lalu qu temukan satu nama yang tak asing lagi baaaaaaaagiqu , nama yg dari dlu smpai skarang slu mnjelma dan terbesit dalm ingatan qu . nama yag simpel cukup singkat dengan ilmu yang begitu dalam ... @Nova riati (singkat bukaaann.... ??^_^) heeeeheeaqu kangen qmu sobaaattt .. :* aqu ^_^ tersenyum manis dan bahkan tersipu malu2 dengan sndirinya , itu yang ku rasakan saat ku telusuri coretannya huruf demi huruf sehinga menjadi serangkai kata, kian tersenyum gelii kian tertawa sndiri hihihihi,,,, (coretan muh lucu2 en penuh ma'na kawan).aqu suka smua tulisan mu.., makcihh kawan ,,... rasa bosan, capekkk en rasa bla bla bla...... yg qurasa lenyap dan hlang tak berbekas .. :))) *** mugkin ini prtama kalinya tulisanqu bermunculan diberanda mu sobat, dan aqu sadari aqu lemah dlam "dunia mu ini " kata2 qu tak begitu indah dan tak begitu menarik dan bahkan tidak menggelitik tapi detik ini dan malam ini bathinn qu kuat merontah menyeru jemariku mengetik merangkai kata2 yang tak terucap namun harus tersirat , qu ingin kau tau tulisan2 mu tlah berikan smangat qu yang kuat buat qu bangkit tuk ciptakan coretan qu ini jadi catatan qu yang pertama, smua karna kau sobat,,,, makacih dariqu untukmu sahabatqu ^_^ ****

Kau tahu… sejak pertemuan terakhir kita disekolah, aku tak pernah lagi menulis puisi meski dalam kondisi hati apapun, kau tahu kenapa? Sebab tak ada lagi tempat untuk menukarkannya dengan puisi lain yang berbeda tema. Pun aku tak pernah mencari seseorang yang sama ‘gila’nya pada puisi sebab aku tahu puisiku jauh dari indah .
kau tahu… aku tak pernah lagi punya teman yang bersedia menemani bolos dari mata pelajaran paling membosankan sedunia, tak pernah lagi punya teman yang membuatku harus berurusan dengan guru fiqh wadih sebab puisi ‘cinta’nya bertumpukan diatas meja belajarku, tak pernah lagi punya teman ‘gosiper tangguh’ sepertimu. Ha..ha.. kamu sosok paling lucu yang bisa kuingat dari memori 7 tahun yang lalu.
Ah,,ma’af_sisi baikmu tak pernah berhasil kuingat. Sebab sudah merupakan kebiasaan paling biasa bagi manusia untuk melupakannya, (^_^) tapi yang pasti aku rindu kebersamaan kita dulu.

Batuk..

uhuk..uhuk.. sudah seminggu 'teman' ini setia menemaniku, makanya disela 'sapaan'nya, kusempatkan juga mencari 'seseuatu' yang membuatnya agar segera pergi (ma'af batuk..jam kunjungan sudah habis), berikut beberapa jenis 'ramuan' yang bisa digunakan untuk 'meminta'nya pergi.

Ramuan 1:


8 g kencur, 2 lembar daun sirih, 2 g buah adas, 2 g daun saga, 0,05 g buah kemukus, 0,05 g kapulaga. Semua bahan direbus dengan 135 ml air dan diminum dua kali sehari selama dua minggu.

Ramuan 2:

1 siung bawang putih, 1 sendok makan air jahe, air kunyit, air jeruk nipis, madu, dan 3 sendok makan air matang. Ramuan dikukus, lalu diminumkan tiga atau empat kali sehari dua sendok teh.

Ramuan 3:

3 buah kapulaga, 15 butir kemukus, 1 sendok teh jintan hitam, 1 sendok teh adas, 1 jari pulosari, 2 jari rimpang kencur, dicuci, ditumbuk halus, diremas dengan minyak kelapa 1 sendok makan dan minyak kayu putih 1 sendok teh, untuk melumas dada dan leher.

Ramuan 4:

4 buah kemukus, 1 jari kulit kayu manis, dicuci dan dipotong seperlunya, direbus dengan air bersih 4 gelas makan sehingga hanya tinggal setengahnya; sesudah dingin disaring dan diminum dengan madu murni seperlunya (tiga kali sehari).

*********

Untuk batuk kering:

Jeruk nipis

Ambil 1 buah jeruk nipis yang banyak airnya, peras dan tambahkan 2 sendok makan madu. Aduk lalu diminum dua kali sehari (pagi dan petang).

Belimbing wuluh

Ambil 10 buah belimbing wuluh, cuci bersih lalu ditumbuk halus. Tambahkan 1 cangkir air masak dan sedikit garam sedikit. Setelah diperas dan disaring, minumlah dua kali sehari (pagi dan petang).

Kencur

Ambil 1 jari rimpang kencur (jangan dibuang kulitnya). Cuci bersih dan langsung dikunyah halus dengan garam sedikit. Telan dan gelontor dengan minum air hangat. Lakukan dua kali sehari.

Daun saga

Ambil 1 genggam daun saga beserta tangkainya dan 1 genggam daun asam. Rebus dengan 3 gelas air bersih hingga menjadi 2 gelas. Diamkan sampai menjadi dingin, saring dan minum dua kali sehari.

Sebagai ekspektoran:

Kapulaga

Seduh 5 g serbuk buah adas dengan secangkir air mendidih. Setelah dingin disaring, tambahkan 1 sendok teh madu. Aduk merata, minum sekaligus. Diminum dua kali sehari sampai sembuh.

Lidah buaya

Ambil 1 batang daun lidah buaya dihilangkan durinya. Cuci bersih dan diparut, diperas, lalu diaduk dengan 6 sendok makan madu. Minum beberapa kali.

Sebagai peluruh dahak:

Jahe

Ambil 1/2 ruas jahe dan tumbuk hingga halus. Tambahkan 2 gelas air bersih lalu rebus sampai 1/2 jam. Minum rebusan 2 - 3 kali sehari.

Untuk sesak napas:

Patikan kerbau

Ambil segenggam herba patikan kerbau. Tambahkan air dan lumatkan. Peras menjadi 1/2 mangkuk dan diminum.

Adas

Ambil 10 tetes minyak adas. Seduh dengan 1 sendok makan air panas. Minum selagi hangat. Lakukan tiga kali sehari sampai sembuh.

Untuk batuk lebih dari 100 hari dan kering:

Bidara upas

Ambil 30 g umbi bidara upas yang masih segar, dicuci dan diparut. Tambahkan 2 sendok makan air masak. Saring lalu tambahkan 1 sendok makan madu. Aduk kemudian diminum tiga kali sehari.

Sumber: Intisari

oke...moga berhasil ^^