Hati perempuan laksana danau
kau tak akan tahu isinya kalau hanya sekadar mendayung perahu dipermukaan
Perjalanan...
Bersamamu ternyata jalan ini lebih indah, meski kadang tak mudah
Ketika kau bertanya apa warna yang kusuka
ketahuilah, bahwa aku suka sekali warna langit ketika matahari hendak bersembunyi
Indah?
...dan surga jauh lebih Indah
Menurutmu mana yang lebih kuat antara karang atau ombak?
Bagiku Ombak lebih kuat sebab meski tahu akan pecah tetapi dia tetap memenuhi janji pada pantai
puzzle 4
Tiba-tiba, aku menjadi sangat menyukainya.Tiba-tiba juga semua tentangnya menarik.aku ingat ketika pertama mengenalnya, memang Cuma beberapa kata yang dia ucapkan tapi cukup membuatku penasaran dengan sosoknya. Aku ingat ketika namanya kujadikan target operasi selanjutnya, sedikit kejam memang.. tapi aku tak pernah puas jika targetku berlalu tanpa operasiku sukses.Entah berawal sejak kapan, aku selalu tertarik dengan mereka yang misterius, tidak semuanya. Tapi beberapa yang kupilih sejauh ini berhasil kudapatkan, entah dia seorang seniman, seorang ‘teroris’, seorang yang lengang, dan ada beberapa yang dikategorikan bermasalah dalam hal komunikasi dengan orang lain. Dulu sekali, aku punya teman pendiam, sangat pendiam apalagi dengan perempuan dan hari ini aku berhasil ‘mendapatkannya’, berhasil membuatnya ‘cerewet’ meskipun tidak pada semua orang. Kemudian aku bertemu dengan orang yang lagi-lagi membuatku penasaran dengan semua tabir yang menutupi identitas aslinya, terakhir aku bisa menyibak selubung dirinya. Dan ada beberapa lagi dengan kasus berbeda tapi akhir yang sama, keculi dia.Nyaris mereka semua hanya hadir dalam beberapa slide dalam perjalananku, ketertarikanku berakhir ketika aku sukses mendapatkan apa yang kutargetkan. Sekali lagi: dia berbeda, ketika aku yakin bahwa urusanku dengannya selesai maka selalu saja ada hal baru lain yang membuatku tertarik lagi, berjuang lagi dan berakhir untuk kemudian diawali lagi dengan sesuatu yang lain.
“haha.. kamu menggambarkan kisahku begitu
gamblang, kenapa tidak sekalian kamu bacakan semua nama yang pernah kujadikan
target operasi itu?”
Aku tersenyum meski hanya pada sebuah layar kecil
dihadapanku, “apa aku perlu melakukannya?”.
“sangat, tapi tidak sekarang..” balasnya cepat.
“sepertinya kamu memang sungguh menyukainya..
kemana daisy yang dulu pembosan? Yang dulu kupikir tidak akan pernah
benar-benar tertarik dengan seseorang kecuali untuk memenuhi rasa penasarannya
saja”
“entahlah..” ujarnya cepat
“hari ini kamu sedang bahagia? Berbagilah..”
“ya.. aku memang sedang bahagia, bahagia disabtu
yang indah.. berbahagia menunggu minggu yang selalu cerah”
“ye lah.. akhir pekan :P”
“tidak.. tidak.. ini lebih dari sekedar akhir
pekan”
Aku diam seperti biasa.. menunggu dia melanjutkan
kalimat.
Aku bingung.. tapi tidak berminat untuk bertanya.
saia
tes kepribadian.. iseng ikut n hasilnya adalah:::
*chek it out
*chek it out
Tipe Idealis Penyelaras dikenali dari kepribadiannya yang kompleks dan memiliki begitu banyak pemikiran dan perasaan. Mereka orang-orang yang pada dasarnya bersifat hangat dan penuh pengertian. Tipe Idealis Penyelaras berharap banyak pada diri mereka sendiri dan orang lain. Mereka memiliki pemahaman yang kuat tentang sifat-sifat manusia dan seringnya menilai karakter dengan sangat baik. Namun mereka lebih sering menyimpan perasaan dan hanya mencurahkan pemikiran serta perasaan mereka kepada sedikit orang yang mereka percaya. Mereka sangat terluka jika ditolak atau dikritik. Tipe Idealis Penyelaras menganggap konflik sebagai situasi yang tidak menyenangkan dan lebih menyukai hubungan harmonis. Namun demikian, jika pencapaian sebuah target tertentu sangat penting bagi mereka, mereka dapat dengan berani mengerahkan seluruh tekad mereka hingga cenderung keras kepala.nah.. masih ada::
Tipe Idealis Penyelaras memiliki fantasi yang hidup, intuisi yang nyaris seperti mampu membaca masa depan, dan seringkali sangat kreatif. Begitu berkutat dengan sebuah proyek, mereka melakukan segala daya upaya untuk mencapai tujuan-tujuan mereka. Dalam kehidupan sehari-hari, mereka sering membuktikan diri sebagai pemecah masalah ulung. Mereka suka mendalami hingga ke akar permasalahan dan memiliki sifat ingin tahu alamiah serta haus akan pengetahuan. Pada saat bersamaan, mereka berorientasi praktis, terorganisir dengan baik, dan siap menangani situasi-situasi rumit dengan cara terstruktur dan pertimbangan matang. Ketika mereka berkonsentrasi pada sesuatu, mereka melakukannya dengan seratus persen – mereka sering begitu terbenam dalam sebuah pekerjaan sehingga melupakan hal lain di sekitar mereka. Itulah rahasia kesuksesan profesional mereka yang seringkali gilang gemilang.
Sebagai pasangan, tipe Idealis Penyelaras setia dan dapat diandalkan; hubungan permanen sangat penting bagi mereka. Mereka jarang jatuh cinta hingga mabuk kepayang dan juga tidak menyukai hubungan-hubungan asmara singkat. Kadang-kadang mereka sulit menunjukkan rasa sayang mereka dengan jelas sekalipun perasaan mereka dalam dan tulus. Dalam hal lingkaran pertemanan, semboyan mereka adalah: sedikit berarti lebih banyak! Sejauh menyangkut kenalan baru, mereka hanya dapat didekati hingga jarak tertentu; mereka lebih suka mencurahkan tenaga ke dalam pertemanan akrab yang jumlahnya sedikit. Tuntutan mereka kepada teman dan pasangan mereka sangat tinggi. Karena mereka tidak menyukai konflik, mereka akan diam sejenak sebelum menyuarakan masalah-masalah yang tidak memuaskan dan, ketika melakukannya, mereka berusaha sangat keras untuk tidak menyakiti siapa pun karenanya.
INTP (Introvert, Intuiting, Thingking, Perceiving)
Analitis dan brilian, mengetasi masalah dengan konsep, pemikir orisinil, menghargai presisi dalam pemikiran dan bahasa, mengetahui inkonsistensi, kontradiksi dan kekurangan logis dalam pemikiran orang lain. Independen, penasaran dan berwawasan luas, menyendiri dan introspektif
puzzle 3
Tulisan
ketiga dengan tema yang sama.. ini tentang temanku yang sedang berbunga.
Tentang dia yang mengizinkanku untuk menuliskan kisahnya..
“aku masih ingat kejadian hari senin itu,
percakapan biasa lewat pesan pendek dan kemudian dia hilang.. benar, dia
menghilang hingga waktu yang sangat lama”
“apa
yang terjadi??” buruku bertanya
“senin
itu aku mencemaskannya, tidak biasanya dia tidak bisa dihubungi, bahkan hingga
malam tiba, pesan singkatku dilaporkan gagal. Malamnya aku nyaris tidur dengan
kesadaran penuh, menghubungi nomor Hp-nya untuk kemudian mendengar suara
operator. Esoknya pagi-pagi sekali kukirimi dia pesan singkat dan menghabiskan
hari dengan kegelisahan yang sama, dengan hal-hal aneh yang memenuhi pikiranku.
Malam tiba bersama dengan laporan seperti kemaren.. pesan singkatku gagal,
kututup hari dengan harapan besok bisa menghubunginya. Hari ketiga semenjak dia
menghilang tanpa kabar,, aku mulai mencari keberadaannya dan kamu pasti bisa
menebak apa kudapatkan, bukan? Ya.. aku tidak mendapatkan kabar apa-apa
tentangnya dari siapapun yang kutanyai. Sungguh prasangka aneh mulai menguasai
kepalaku pada hari keempat, awalnya berusaha kuyakini bahwa dia baik-baik saja.
Kemudian aku tak yakin lagi dan berharap bahwa HP-nya rusak atau kecopetan sedangkan
dia baik-baik saja. Ah.. tapi pikiran itu segera dapat kutepis,, jika dia baik-baik saja, tentu dia akan
mengabariku. Dan opsi terakhir yang berusaha tidak kupercayai adalah penantian
kabar bahwa dia tidak lagi ada sehingga aku perlu mendirikan shalat ghaib
untuknya”
Aku
tercekat.. “shalat ghaib..” ulangku pelan.
“ya..”
jawabnya cepat
“lalu
apa yang sesungguhnya terjadi dengannya?”
“tadi
siang sekitar jam 11 dia menghubungiku, seperti biasa.. hanya dengan satu huruf
‘c’. Terkejut, senang dan kemudian jengkel”
“hahaha..
aku bisa membayangkannya” ujarku ketika wajah seorang daisy berkelebat dalam
kepalaku, wajah seorang sahabat karib yang dengan mudah tertawa dan semudah itu
pula untuk marah.
“lalu?”
“kujawab
singkat ‘yaph.. sehat?’.. padahal sungguh aku ingin berteriak bahwa belakangan
dia membuat hariku buruk”
“apa
kamu memarahinya?”
“tidak,
tentu saja tidak” kalimatnya diakhiri tawa kecil
“tapi
dia tahu aku kesal, dan selepas shalat jum’at dia menjelaskan semuanya”
“chie..
dan semuanya selesai?” tanyaku tak percaya
“ya”
singkat dan pasti
“hm..
kemarau setahun dihapus oleh hujan sehari” gumamku tak percaya
Dan
tawa khasnya terdengar
Ckckck..
logikaku tidak bisa memahaminya.. Bagaimana mungkin sahabat karibku itu tidak
marah sebagai wujud kejengkelannya?? bagaimana mungkin kekesalan yang menumpuk
selama 4 hari 4 malam dapat dihapus oleh penjelasan yang singkat selama 39
menit??
-tulang-
Nah..
cerita ini didapat dari kunjungan tanpa sengaja (
sebenarnya disengaja sih) ke
akun seorang teman,,
Katanya: 
Dimanakah dia yang akan menjadi Ibu dari Anak-anakku? Lautan mana yang harus ku selami? Gunung apa yang harus ku daki?J alan apa yang mesti ku telusuri
Trus
katanya lagi:
366 hari mencari tulang rusuk,
Jika tulang
rusuk yang dimaksud sebagai kiasan untuk sesosok insan yang bla..bla..bla..
untuk seorang perempuan yang bla..bla..bla.., maka selamat berjuang deh_ semoga
segera menemukan ‘nun niswah’ mu teman,, 
:wujud kepedulian:
Ruang kerja.
Pintu terkuak dan
seorang perempuan dengan jilbab lebar masuk sambil tersenyum dan berucap salam,
rasanya aku mengenalnya dan sedikit ragu kusapa. “kak cinta?” Benar.. dia
menoleh dan menatapku dengan pandangan tidak biasa, “eh.. iya, siapa ya?” aku
menyebutkan nama dan pembicaraan berlanjut kemana-mana, tapi dapat kulihat
bahwa dia masih menatapku dengan pandangan asing.. biarlah.. itu biasa.
**
“fitri..” teman
lamaku tiba-tiba berteriak ketika kuangkat telpon darinya,
“aku tahu kamu rindu,
tapi tak perlu sehisteris itu” jawabku kemudian.
“kamu..! aku dapat
cerita dari kak cinta,, sependek apa jilbabmu sekarang?” pertanyaan menusuk yang
akhirnya menyadarkanku arti dari tatapan asing milik kak cinta.
“jilbab??” aku
pura-pura bingung.
“iya,, kak cinta
bilang bahwa nyaris dia tidak mengenalimu karena jilbabmu sangat pendek
sekarang” aku tertawa pelan..
“ghibah..!” satu kata
dengan intonasi datar
“ha,.ha.. memang
benar bukan?” dia membela diri.
“karena benar itu
makanya kukatakan ghibah, jika salah.. namanya fitnah” kembali tawanya
terdengar.
“sudahlah.. akui
saja, sependek apa jilbabmu sekarang??”.
**
“kak cinta” sapaku
lagi ketika kali kedua bertemu dengannya diruang kerja.
“kakak ngomongin
fitri ke dina ya?” kulihat sedikit terkejut diwajahnya
“iya.. jilbab fitri
tambah pendek aja” jawabnya ringan
“ghibah lo kak..”
ujarku sambil tersenyum dan wajah tidak senang segera tergambar.
“biarin.. kan memang
benar jilbab fitri sekarang udah pendek sekali”
“he..he.. kak sejak
kapan berjilbab syar’i” aku memutar topik, takut terjadi korsleting dari arus
kami.
“alhamdulillah
setelah melahirkan.. kak dapat hidayah, insyaallah akan kak jaga” wajahnya
berseri .
Lagi, aku tersenyum..
entah perasa-ku terlalu sensitif menangkap ujung kalimat tersirat yang baru
saja kudengar. Ya.. aku tidak tahu perkara mendapat hidayah, akupun tidak tahu
perkara menjaga hidayah.. yang aku tahu adalah pemahaman agamaku masih teramat
dangkal sehingga dosaku mungkin masih tinggi menggunung karena ketololan yang
kuciptakan sendiri.
“jika tidak ingin
dinilai oleh orang lain,, maka tinggal saja di Mars” ujar temanku ketika aku
bercerita tentang kejadian itu. Dan dia benar.. selagi masih hidup di Bumi,,
maka selagi itu pula penilaian orang lain itu tidak dapat dihindari sebab itu
adalah wujud kepedulian yang mereka tampakkan.
puzzle 2
saat yang paling
seru itu adalah libur, ketika aku bisa menghabiskan seharian di dalam kamar.
Sebuah ruang kecil dengan dua jendela menghadap ke utara,, diluar anak-anak
tengah berebut memanjat jambu dihalaman rumahku.. itu kebiasaan mereka ketika
jambu tersebut berbuah. Siapa lagi yang akan memakannya kalau tidak mereka,
sebab rumahku hanya diisi oleh ayah dan ibu serta kadang-kadang ada aku.
“assalamu’alaikum”..
sapaku ketika hape yang terletak diatas kasur berbunyi dengan nada yang sangat
kukenal. “wa’alaikumussalam” jawabnya diseberang. Tanpa basa-basi aku langsung
memberondongnya dengan pertanyaan dan tawa renyahnya terdengar. “aku bingung..”
ucapnya setelah diam beberapa lama. “kenapa??” tanpa jeda aku bertanya.
“aku tidak tahu
mengapa dia memilihku”,
“kenapa tidak
bertanya??”
“sudah.. tapi
jawabannya kurang memuaskan, aku yakin ada alasan lain”
“jika seseorang
bisa menjelaskan kenapa dia mencintaimu.. berarti dia tidak mencintaimu,, dia
hanya menyukai bayangan dirinya yang ada padamu”
Kudengar dia
menghela nafas berat
“lalu ada masalah
apa?”
Dia kembali
diam beberapa lama..
“tadi dia
menelponku.. bicara panjang lebar mengenai hubungan kami, kau tahu bagaimana
aku.. ketika pembahasan sudah mengenai masalah perasaan, selalu saja aku
kehilangan kata-kata, perbendaharaanku menguap entah kemana..”
Aku mengangguk
meski sebenarnya dia tidak melihat, aku memang mengenalnya sejak dulu.. jauh
sebelum dia mengenal laki-laki itu, dia yang sepertinya ‘heboh’
sebenarnya selalu tak bisa menjelaskan apa yang dia rasa, selalu gagu untuk
berucap segala hal mengenai dirinya dan perasaannya.
“jadi masalahnya
apa?”
“dia meyakinkanku
bahwa dia serius..”
“kenapa kamu malah
bingung??” potongku cepat
“aku belum
selesai..! belajarlah untuk tidak memotong pembicaraan”
Aku terkekeh
sendiri menyadari kesalahan fatal yang kubuat,,
“maaf..”
“dia meyakinkan
bahwa dia memang serius, tapi hingga dia datang kerumah dan menemui orang
tuaku.. kami masih belum ada ikatan apa-apa, kami tidak perlu saling menunggu,
jika ada orang lain yang melamarku sebelum dia datang,, aku memiliki kebebasan
untuk mengambil keputusan apapun”
“lalu?”

“ya.. bukankah
memang perempuan lebih mengedepankan perasaaan ketimbang logika” aku setuju
“benar, itu
sebabnya aku tidak berani mengambil kesimpulan dari pembicaraan kami, aku butuh
sudut pandang lain”
“menurutku.. dia
serius, meski aku tidak terlalu mengenalnya. Sependek yang kutahu, dia cukup
hati-hati dalam berbicara, jadi tidak mungkin dia bergurau dalam hal ini, tidak
mungkin dia menjerat dirinya sendiri.. tidak, setahuku dia bukan tipe seperti
itu”
Hening sejenak
“tanpa ikatan, tak
perlu menunggu, dan apapun bahasa lain yang dipakainya,, kupikir untuk
kebaikanmu juga. Dan memang seharusnya seperti itu bukan? Satu-satunya ikatan
yang mungkin itu cuma pernikahan,, kecuali kamu ingin pacaran atau tunangan
bertahun-tahun”
“hm.. ya sih”
“bukan ya sih, tapi
memang iya,, ketika nanti ada orang yang lebih baik datang melamarmu, kamu bisa
bebas menentukan dan memilih sebab belum ada ikatan resmi dan syar’i yang
mengikatmu. Kemudian, jika rencana yang kalian buat tidak sesuai dengan
rencana-Nya maka kamu tidak akan merasa bersalah sebab berhenti menunggu, dan
diapun tidak merasa kecewa karena kamu berhenti menunggu. Tapi kudo’akan agar
semua berjalan baik”
“hm.. terimakasih”
“yakinlah.. jodoh
itu tidak akan pernah tertukar” ujarku mengulang kalimat yang sama entah sudah
berapa kali pada orang yang berbeda, “jika kamu memang tulang rusuknya, maka
kamu akan kembali padanya”
“he.. kalimatmu
mirip dengan kalimatnya tadi ketika aku bingung harus memberi tanggapan seperti
apa”
“he..he.. let it
flow” ujarku mengakhiri
hahaha..ternyata
aku cukup bijak dalam perkara ini.
ayo,, siapa lagi
yang mau curhat??















