L

Header Ads
Tiny Star

Hati perempuan laksana danau

kau tak akan tahu isinya kalau hanya sekadar mendayung perahu dipermukaan

Perjalanan...

Bersamamu ternyata jalan ini lebih indah, meski kadang tak mudah

Ketika kau bertanya apa warna yang kusuka

ketahuilah, bahwa aku suka sekali warna langit ketika matahari hendak bersembunyi

Indah?

...dan surga jauh lebih Indah

Menurutmu mana yang lebih kuat antara karang atau ombak?

Bagiku Ombak lebih kuat sebab meski tahu akan pecah tetapi dia tetap memenuhi janji pada pantai

#kuis


sebenarnya Dulu udah pernah nyoba-nyoba kuis ini sih.. tapi barusan ikut lagi sambil berharap ada perubahan.. konon katanya kan tipe kepribadian itu bisa berubah-ubah..

Tapi ternyata saia masih..

Tapi jangan salah sangka.. meski dibilang pasif dan pemalas.. tingkat kemalasan saia masih normal, sungguh:



He..he.. kuis selanjutnya mengenai kemarahan. Wew.. meski orang bilang saia ‘lumayan’ pemarah , nyatanya dari hasil kuis.. saia hanya ‘sedikit pemarah’.. (bedanya apa coba??)
 


Tau kenapa? Karena saia baik,, hm.. sebenarnya saia hanya ‘lumayan baik’ bukan sangat baik atau baik sekali.. masih tersisa sisi jahat (baca:iseng) dari pribadi saia yang sesungguhnya penuh dengan kebaikan ini. Hkhkkhkhk *evil laught



Kombinasi paling pas dari kebaikan (yang cuma) 60% itu adalah keberanian, bukan? Yuph.. sebab apalah arti baik jika tidak berani, dan apalah arti berani jika tidak baik (duileee…. Lagunya). 



Ridiculous…!! Udah dibilang plegmatis yang cinta damai, tapi malah sedikit pemarah dan (cuma) punya 60% kebaikan. Plegmatis yang punya sifat dingin dan malu-malu ternyata punya keberanian 70% (glekk.. apa ini????). phufft..benar-benar kuis yang konyol. Tapi biarlah,, iseng-iseng untuk ngisi catatan pemindai. Agar suatu hari kelak, ketika saia sudah tidak muda (dan belia) lagi. Kuis ini lumayan juga untuk lucu-lucuan ketika menghabiskan hari tua (jiah.. ^^”)

The last.. hasil kuis yang tidak disangka-sangka adalah:
 
 

 

:: teman masa kecil ::

Wow.. kejutan yang menyenangkan.. bertemu dengan teman masa kecil, yang dulu pernah kubuat menangis hanya karena perkara gantungan kunci. Ckckck.. sekarang dia sudah jadi penulis, hebat bukan? Tentu saja.. bagiku penulis itu selalu hebat, penulis adalah mereka yang bisa membangun rumah dengan rangkaian kata-kata, rumah berpintu lebar dimana tamu bisa masuk dan keluar, rumah dimana imajinasi dipersilakan tumbuh dan berbunga hingga mekar.

Sekilas tentang dia: tujuh tahun disekolah yang sama, tentu tidak semua cerita itu menjadi suka. Ada juga terselip tangis dan pertengkaran kecil.. (namanya juga anak-anak) ada juga persaingan nilai dimana aku selalu kalah.. haha.. terakhir bertemu disebuah warung bakso didekat rumah sakit. Kala itu dia dengan sang suami {sudah bersuami dia sekarang, kembali aku kalah (baca: tertinggal)}. Setelah itu tanpa kabar,, dan baru saja.. sebuah judul buku miliknya hadir di wall jejaring sosialku, Buku tulisannya mengenai indonesia-gaza. Hebat bukan??

He.. sejatinya aku kurang percaya diri membicarakannya apalagi jika nanti dia membaca tulisanku yang belum ada apa-apanya. Tapi biarlah.. bagaimanapun aku senang mendapati teman-temanku jadi orang hebat. Minimal untuk jaga-jaga ketika aku ragu untuk menjawab pertanyaan malaikat “apa kamu orang hebat?”, aku bisa sedikit berdalih “teman-temanku orang hebat, mala”. He..he..

The last.. Semoga tulisanmu dicatat sebagai amal dalam dakwah.. yang terus hidup melebihi usiamu, teman (amiin..)