L

Header Ads
Tiny Star

Hati perempuan laksana danau

kau tak akan tahu isinya kalau hanya sekadar mendayung perahu dipermukaan

Perjalanan...

Bersamamu ternyata jalan ini lebih indah, meski kadang tak mudah

Ketika kau bertanya apa warna yang kusuka

ketahuilah, bahwa aku suka sekali warna langit ketika matahari hendak bersembunyi

Indah?

...dan surga jauh lebih Indah

Menurutmu mana yang lebih kuat antara karang atau ombak?

Bagiku Ombak lebih kuat sebab meski tahu akan pecah tetapi dia tetap memenuhi janji pada pantai

30 juni 2013

Keajaiban tanggal 30 juni..

Bagi orang yang selalu berurusan dengan agenda padat, dengan banyaknya jadwal bertumbukan.. mungkin kisah saia akan ditertawakan. Tapi ah,, peduli apa.. yang jelas ini kali pertama bagi saia memiliki enam agenda (sejauh ini) berbeda, dilokasi berbeda pada hari yang sama.

Agenda pertama bertanggal 30 juni kutuliskan dua bulan yang lalu, pergi walimah kakak teman yang berada di Payakumbuh...

Agenda kedua berada dikampung, ibu menyuruhku untuk pulang karena di surau kampung kami ada acara khatam al-qur’an.. tapi setelah mendengar agenda pertama.. ibu menyarankan untuk menghadirinya.

Agenda selanjutnya ku ketahui beberapa waktu lalu, adalah kota pesisir yang sejak lama ingin kukunjungi. Agenda disana masih tentang walimah, teman kerja.

Tidak lama berselang, ternyata jadwal Raker untuk semester satu bertanggalkan 28-29-30 juni di Jakarta. Ah.. untuk yang satu ini aku juga ingin hadir_ nambah2 ilmu.

Dan kemaren pagi, seorang kawan lama menghubungi, bertanya hendak dikirim kemana undangan pernikahannya untukku bertangal 30 juni 2013,, bertempat di padang.

Dan yang terakhir.. berita tadi pagi: mengawas SIMAK UI.

Enam agenda yang semuanya ingin kuhadiri..

:: khitbah ::

Bissmillahirrohmaanirrohiim,

“Dan tidak ada dosa bagi kamu meminang wanita-wanita itu dengan sindiran atau kamu menyembunyikan (keinginan mengawini mereka) dalam hatimu. Allah mengetahui bahwa kamu akan menyebut-nyebut mereka,dalam pada itu janganlah kamu mengadakan janji kawin dengan mereka secara rahasia, kecuali sekedar mengucapkan (kepada mereka) perkataan yang makruf. Dan janganlah kamu berazam (bertetap hati) untuk berakad nikah, sebelum habis idahnya. Dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu;maka takutlah kepada-Nya, dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha
Penyantun”. QS. Al-Baqarah (2) ayat 235.

Khitbah adalah permintaan resmi yang disampaikan pihak laki-laki kepada pihak wanita dengan tujuan yang jelas yaitu menikahinya, hukumnya sunnah dan tidak ada persyaratan khusus didalamnya, yang penting adalah maksud dari pihak laki-laki tersebut bisa tercapai dengan baik, disamping itu khitbah juga merupakan sarana pihak laki-laki untuk mengenal pihak wanita lebih lanjut untuk melihat wanita tersebut sebatas yang diperbolehkan dalam Islam, hadits dari Abu Hurairoh ra, ketika ia sedang berada di sisi rasulullah SAW, beliau didatangi oleh seorang laki-laki yang mengatakan kepada Rasulullah bahwa ia hendak menikahi seorang wanita Anshor. Rasulullah SAW bekata kepadanya, “Apakah anda sudah melihatnya?” Ia menjawab, “Belum.” Lalu Rasulullah SAW bersabda, “Pergilah dan lihat dirinya, karena di mata seorang Anshor ada sesuatu.” (HR. Muslim).

Dalam ajaran Islam hanya diajarkan sampai khitbah dan tidak ada tambahan ritual lain seperti tukar cincin, selamatan dll, walau sudah melaksanakan khitbah karena belum tentu berakhir ke jenjang pernikahan, dan baik pihak wanita maupun pihak laki laki harus tetap menjaga batasan-batasan yang telah ditentukan oleh syariat, setelah khitbah disetujui, sebaiknya keluarga kedua pihak bermusyawarah mengenai rencana selanjutnya kapan dan bagaimana walimah dilangsungkan.

Dalam proses khitbah pihak laki laki boleh saja datang melamar secara sendirian,karena baik musyawarah dan silaturrahim merupakan bagian dari ajaran Islam maka lebih baik ketika proses khitbah pihak laki laki bersama-sama dengan orangtua dan juga disertai beberapa famili lainnya agar dapat memperlancar proses khitbah tersebut.

Dan Khitbah tersebut baru sah jika ada kesepakatan yang berlandaskan keridhaan dari masing - masing pihak, selain itu, khitbah juga harus ditujukan kepada wanita yang memang sah untuk dinikahi, jika tidak, maka khitbah atau lamarannya menjadi batal.

Jika khitbah atau lamaran sudah dilakukan sebaiknya jarak dengan akad tidak terlalu lama, hal itu untuk menjaga fitnah, untuk menjaga diri dari maksiat, serta untuk memberikan kepastian, walau tidak ada batasan secara syar’I, berapa lama maksimal jarak antara khitbah dan akad, akan tetapi itu semua untuk menjaga kepatutan, dan jalinan silaturahim terhadap pihak pihak lain.

Seandainya bila jarak antara khitbah dan akad nikah terpaksa jaraknya sedemikian lama, keduanya harus tetap berpegang pada rambu-rambu syariat, diantaranya :

Pertama, karena khitbah bukanlah akad, maka pihak yang mengkhitbah dan yang dikhitbah masih sama - sama tidak syah, mereka belum menjadi pasangan suami isteri sehingga tidak boleh melakukan ikhtilath, tidak boleh bersentuhan, khalwat, atau menyepi berdua tanpa disertai mahram, sebagaimana Nabi bersabda yang artinya :

 “Tidak boleh seorang laki laki berduaan dengan seorang wanita kecuali disertai mahramnya. (HR. Bukhari)

Kedua, selama dalam kondisi dipinang, maka si wanita tidak boleh menerima lamaran laki-laki lain kecuali kalau lamaran sebelumnya batal,sebagaimana hadits Nabi saw yang artinya: “Tidak boleh salah seorang diantara kalian melamar wanita yang telah dilamar oleh orang lain.” (HR. Malik)

Hikmah khitbah diantaranya memberikan peluang kepada kedua belah pihak baik laki-laki maupun wanita untuk mengetahui dari segi agama dan akhlak masing masing, karena cinta sebelum khitbah adalah merupakan tanda-tanda kekuasaan Allah yang telah diberikan kepada seluruh ciptaan Nya baik seorang laki - laki maupun seorang wanita untuk saling mencintai dan dari padanya akan terbentuk suatu keluarga sakinah mawaddah dan warahmah, sebagaimana firman Allah dalam Al-qur’an, surat Ar-Rum (30) ayat 21 yang artinya “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir".
*dari berbagai sumber

kata-kata

Kupikir tidak apa jika ‘menuliskanmu’ menjadi satu dari harap yang kau jabarkan untuk seseorang yang nanti mengisi harimu, menggenapkan setengah dari agamamu,, memang benar bahwa cinta yang tidak terkatakan jauh lebih indah dari cinta yang berbahasa lisan dan tulisan, tapi tetap saja_ ada hal-hal yang harus diungkapkan dan dituliskan, bukan? Seperti Fahd jibran kepada Risqa:

pada matamu yang lebih bercahaya 
dari semua puisi yang pernah kubaca

Tidak semua dari kita tersesat. Dan engkau tidak sendirian. Aku bersyukur bisa menemukanmu di sini, di jalan ini, meski gelap dan sunyi: Tapi perjumpaan kita, aku dan kamu, telah membuktikan bahwa kita tidak benar-benar terasing, bukan? Masih ada aku di sini, genggamlah tanganku, semoga membuatmu tenang. Dan kau, perjumpaan denganmu telah membuatku yakin, untuk kesekian kalinya, bahwa aku sedang menempuh jalan yang benar menuju Kebahagiaan. Aku senang bisa mengatakan semua ini kepadamu. Jangan takut lagi: Ada aku di sini.

Aku membayangkan situasi yang mungkin akan menghapus senyum dari wajahmu, aku membayangkan tangis anak kita yang menjerit pilu di dadamu: Laki-laki macam apa aku jika saat itu benar-benar tiba dalam hidup kita? 

Aku tersenyum. Aku sudah tahu sebenarnya. Aku masih mengingat semuanya. Tapi aku senang menanyakannya padamu, lagi dan lagi: Aku senang mengetahui bahwa aku tidak sendirian di dunia ini. 

April, jika segala tentangmu memang harus dilupakan, aku ingin melakukannya pelan-pelan.

*dari sini

simfoni

Bismillah..
Terhitung 19 mei 2013..
Menyamai resep dokter, seperti itu kudengar nada-nada pembuka sebuah lagu yang sejak sebulan lalu sering mengalun dari speaker hp-ku. versi orkestra dari simfoni hitam::

Malam sunyi kuimpikanmu
Kulukiskan cita bersama
Namun slalu aku bertanya
Adakah aku dimimpimu
Di hatiku terukir namamu
Cinta rindu beradu satu
Namun slalu aku bertanya
Adakah aku dihatimu
Tlah kunyanyikan alunan-alunan senduku
Tlah kubisikkan cerita-cerita gelapku
Tlah kuabaikan mimpi-mimpi dan ambisiku
Tapi mengapa ku takkan bisa sentuh hatimu
Bila saja kau disisiku
Kan kuberi kau segalanya
Namun tak henti aku bertanya
Adakah aku di rindumu
Tak bisakan sedikit saja dengar aku
Dengar simfoniku
Simfoni hanya untukmu

ice

Kali ini kubagi sedikit urusan perut,, sedikit es krim yang berhasil kuabadikan (sebab kebanyakan yang lain sudah duluan kuhabiskan sebelum teringat untuk mengabadikannya *nafsu).. yang kebanyakan kubeli (dan ditraktir juga) ketika hujan. Ah.. menurutku, hujan dan es krim adalah sinergi paling manis yang pernah ada.













Kalo terlihat kurang menggiurkan, maka percayalah_ kesalahan terletak pada sudut pengambilan gambar ^^”

coret-coret

Hm.. inilah pekerjaan ketika bosan datang menghampiri..
Terima kasih untuk pemilik tangan yang ‘terpaksa’ merelakan kulitnya ‘dicoreti’ tanpa seni.







Nah.. coretan ditangan ini untuk tanggal 6 juni 2013 kemaren atas nama kak chi (dan bang dedi)^^


Kalo yang satu ini untuk deci yang tanggal 24 februari 2013 lalu menikah,, hm.. alhamdulillah sipemilik tangan sudah hamil sekarang.

Relawan selanjutnya menyusul (mungkin erviana yosa)..

ujung pena(mu)

Coba.. apa yang kau lakukan jika suatu kali, keputusan masa depanmu ada diujung pena yang kau genggam?

Jika kau mengisi dengan benar_ maka besar kemungkinan kau akan membahagiakan dua malaikat dan sepasang orang kau sayang. Jika kau mengisi asal-asalan maka kau meraih apa yang kau inginkan.. menjalani hidup dengan sederhana tanpa tekanan dan (mungkin) tanpa rasa bosan.

Ayolah.. apa yang kau lakukan jika suatu kali, keputusan masa depanmu ada diujung pena yang kau genggam?

Apakah kau memilih untuk membahagiakan empat hati yang kau sayang atau memenangkan dua hati yang salah satunya milikmu?