L

Header Ads
Tiny Star

Hati perempuan laksana danau

kau tak akan tahu isinya kalau hanya sekadar mendayung perahu dipermukaan

Perjalanan...

Bersamamu ternyata jalan ini lebih indah, meski kadang tak mudah

Ketika kau bertanya apa warna yang kusuka

ketahuilah, bahwa aku suka sekali warna langit ketika matahari hendak bersembunyi

Indah?

...dan surga jauh lebih Indah

Menurutmu mana yang lebih kuat antara karang atau ombak?

Bagiku Ombak lebih kuat sebab meski tahu akan pecah tetapi dia tetap memenuhi janji pada pantai

sidukuang anak

Ok_ penjelajahan pagi ini berkaitan dengan tanaman obat, meski dari latar belakang sosial dan terakhir kali belajar tentang tumbuhan itu dibangku SLTP tapi bukankah ilmu itu tidak hanya dibangku sekolah? (dimeja juga ada)

Hasil pertama yang didapat adalah ‘sidukuang anak’ atau dikenal dengan nama meniran, bahasa gaulnya phyllantus nirun. Tanaman ini mudah ditemui di halaman rumah (yang gak terawat) atau di kebun, di hutan.. pokoknya nie tanaman tersebar diseluruh tropis indonesia.

Tanaman ini dipercaya mampu sebagai obat yang berkaitan dengan saluran empedu dan juga sebagai penurun jumlah virus hepatitis B dalam darah.. nah_ yang terbaru adalah tanaman ini ternyata juga bisa sebagai imunomudulator (apa lagi itu?). imunomodulator berperan membuat sistem imun lebih aktif menjalankan fungsinya, menguatkan sistem imun tubuh (imunostimulator) atau menekan reaksi imun yang berlebihan (imunosuppressan). *jadi bisa dibilang sebagai penyeimbang daya tahan tubuh.. jadi teringat sakit lupus, bisa gak ya ‘diselesaikan’ dengan tanaman ini??

Selain itu meniran mengandung ‘flavanoid’ yang berfungsi meningkatkan trombosit darah (sekandung dengan jambu biji berarti). Jadi meniran bisa jadi alternatif obat untuk penderita Demam Berdarah Dengue (DBD).. tapi kalau boleh memilih sih_ lumayan makan jambu biji daripada melalap meniran. Pun berkaitan dengan tuberkulosis.. tanaman ini tengah dikembangkan untuk memberantas penyakit yang berkaitan dengan paru tersebut. Keren ya_ minimal bagi orang awam seperti saya yang selama ini menganggap bahwa meniran cuma satu dari tumbuhan liar yang harus dicabut dari halaman rumah *merusak pemandangan.

Kesimpulan: ternyata ada banyak hal yang tidak kita ketahui sehingga membutakan kita untuk menyadari betapa banyak rahasia berharga semesta yang kita lewatkan begitu saja.


Strata 2

Pagi ini seorang kawan berangkat kekota kembang, dengan penerbangan jam 10 dari kota kami, dilanjutkannya mimpi di Universitas Pendidikan Indonesia..

Pagi ini kulihat nama seorang kawan, terdaftar sebagai mahasiswa Magister Manajemen Bencana di Universitas Gajah Mada..

Dan ada banyak nama lagi yang kukenali yang akan dan tengah melangkah disana.

Strata 2, bagaimana rasanya? kugantung ingin itu sejenak_ meski tidak yakin akan kuambil lagi.


aku suka

Aku suka tawanya, suka mendengar dia tertawa lepas meski aku tidak tau seperti apa itu.

Aku suka senyumnya, suka ketika bibirnya tertarik simitris kekiri dan kanan secara serentak, meski aku tidak tau seperti apa itu

Yang berhasil kuingat adalah jari-jarinya. Jari tangan sebelah kiri sejak berpuluh-puluh purnama silam.

Ah_ mimpi ini teramat purna untuk kutulis, terlalu berwarna untuk kulukis.. 

in progress: mesjid raya sumbar

17 juni 2013
Acara penutupan SI berlangsung di mesjid yang megah ini. Setelah berbenah-benah jadi panitia dadakan maka kuputuskan untuk menaiki setiap undakan tangga menuju lantai atas mesjid (sayang jika moment ini dilewatkan)
Mari kubagi setiap potongan gambar yang berhasil kuabadikan: nah sebagai pembuka, gambar diambil disini 


next::
Gerbang lantai 2

Lebih manis kalau ada saia disana











Lantai paling atas..

Balik kelantai 1,, ada kolam ikan yang diisi oleh ikan (hadeh_ namanya aja kolam ikan)

Jinak-jinak lho_ pengen digoreng

untuk gadis kecil ayah

Untuk gadis kecil ayah:

Apa kabarmu disana nak?

Dikota yang berjarak dua jam perjalanan dari sini, apa kau masih mengingat orang tua renta ini? Yang setiap saat tak henti mendoakan segala yang terbaik untukmu.

Ah.. ayah ingat ketika siang itu, sebelum berangkat kekota, dengan wajah malu-malu kau bercerita tentang niat seorang laki-laki untuk meminangmu. Kau tahu nak_ sudah lama ayah bersiap untuk menanti kabar ini, kabar tentang seorang yang akan membawamu pergi jauh dari ayah. Kabar tentang laki-laki yang meminta pengalihan tanggung jawab dari ayah.. sungguh sudah lama ayah mempersiapkan diri. Tapi tetap saja siang itu ayah terkejut, meski mungkin tidak begitu terlihat diwajah ayah.

Siapa dia nak? Siapa laki-laki yang berani memintamu dari ayah? Bawa dia kesini.. biar ayah lihat dulu, seberapa mampu dia meyakinkan ayah bahwa dia akan memperlakukan dan menjagamu tidak kurang dari ayah. Bawa dia kesini nak.. biar ayah nilai dulu, seberapa tulus dia menyayangi dan membimbingmu tidak kurang dari ayah. Ayo bawa dia kesini.. biar ayah pertimbangkan dulu, seberapa baik agamanya, seberapa besar tanggung jawabnya, dan seberapa sabar dia menghadapi putri kecil ayah. 

Nak_ ayah tahu siang itu akan datang, siang yang mengharuskan ayah untuk menyadari bahwa putri kecil ayah akan segera menggenapkan setengah agamanya, dengan bakti pada dia yang belum ayah kenali. Padahal dimata ayah, kau masih gadis kecil yang beberapa waktu lalu merengek minta dibelikan benang untuk layangan, sebab teman-teman seusiamu yang rata-rata laki-laki sudah punya benang yang panjang untuk layangan mereka. Rasanya kau masih gadis kecil ayah yang mengadu dengan mata berkaca-kaca bahwa benang layangannya telah kusut, yang terkantuk-kantuk menunggui ayah memperbaikinya agar bisa bermain lagi esok paginya. Yang dulu melempar sepatunya kelaut sebagai alasan meminta ayah mengizinkanmu bermain air. Yang dulu membongkar tas ayah, mencari receh untuk celengan ayammu diatas lemari.

Dan kemarin, ketika dengan izin ayah, kau pergi berkenalan dengan keluarga besarnya. Kembali ayah harus segera menyadari bahwa binar yang kau bawa pulang itu tidak biasa, binar yang belum pernah ayah lihat ketika dengan antusias kau bercerita. Sebenarnya nak, ayah cemburu. ayah mencemburui dia yang tiba-tiba datang tapi sudah mampu menghadirkan getar-getar rasa yang terlihat dirona wajahmu. Tapi percayalah nak,, kecemburuan itu segera ayah tepis, ayah usir dengan keyakinan bahwa posisi ayah dan posisinya itu tidak disatu tempat. Bahwa warna cinta untuk ayah tidak sama dengan warna cinta untuknya. Ayah tidak salah, bukan?

Sedikit pesan ayah.. setelah nanti kau ayah serahkan dengan disaksikan oleh para malaikat. Jadilah pendamping yang patuh nak, yang  senantiasa bersyukur dan berterimakasih, yang menjaga diri dan hartanya, yang tidak mudah menuduh dan menyakiti hatinya, yang menyimpan rahasia dan menutupi aibnya. Sebab tidak mudah untuk menjadi seorang suami, tidak mudah untuk menjadi orang yang bertanggung jawab penuh terhadap orang lain, yang harus menjaga dirinya dan ahlinya dari api neraka. Jadi sekali lagi nak.. jangan bebani dia, tapi bantulah dia sesuai peran yang kau punya.

Hm.. sekian dari ayah_ mungkin akan ada lagi nanti nak.. 

Quotes..

Sukses adalah ketika ada setitik engkau dalam binar orang lain – Helvy tiana rosa

Kan sudah pernah kubilang padamu: aku tidak bisa mencintaimu dengan sederhana. Aku mencintaimu dengan semua kerumitan itu, pelik yang berkelip pelangi dari tiap rongga... – Helvy tiana rosa

Setiap saat aku bisa belajar untuk mencintai ia yang sungguh-sungguh mencintaiku lewat kebaikannya, lewat keindahan yang disampaikan banyak orang tentangnya dan ketaksempurnaan yang menjadikannya manusia. -  Helvy tiana rosa

Seringkali kau merasa sudah terlalu lelah dan nyaris rebah. Tapi jangan pakai sisa energi, langkah dan nafasmu untuk menyerah. Bangkit dan rebut niscaya!”
 
Helvy tiana rosa

Kita kadang merasa lebih benar, lebih baik, lebih tinggi, dan lebih suci dibanding mereka yang kita nasehati.

Hanya mengingatkan kembali kepada diri ini: jika kau merasa besar, periksa hatimu. Mungkin ia sedang bengkak.

Jika kau merasa suci, periksa jiwamu. Mungkin itu putihnya nanah dari luka nurani.

Jika kau merasa tinggi, periksa batinmu. Mungkin ia sedang melayang kehilangan pajakan.

Jika kau merasa wangi, priksa ikhlasmu, mungkin itu asap dari amal shalihmu YANG HANGUS DIBAKAR RIYA' – salim a fillah

Kadang kau harus meneladani matahari. Ia cinta pada bumi; tapi ia mengerti; mendekat pada sang kekasih justru membinasakan – salim a fillah

Semua orang yang ada dalam hidup kita,
masing-masingnya, bahkan yang paling menyakiti kita
diminta untuk ada disana
agar cahaya kita dapat menerangi jalan mereka – salim a fillah

Di jalan cinta para pejuang, biarkan cinta berhenti di titik ketaatan.. Meloncati rasa suka dan tidak suka.. Melampaui batas cinta dan benci.. Karena hikmah sejati tak selalu terungkap di awal pagi.. Karena seringkali kebodohan merabunkan kesan sesaat.. Maka taat adalah prioritas yang kadang membuat perasaan-perasaan terkibas.. Tapi yakinlah, di jalan cinta para pejuang, Allah lebih tahu tentang kita.. – salim a fillah

futur.. ah..!!


petang, 26.06.13
Mendung menggelayuti langit kota, sejenak tadi sempat hujan tapi tak lama.. mungkin uap air itu masih dititahkan untuk bertahan dan mengambang di Litosfer kota kami.
Aku dan seorang teman bergegas menuju toko tujuan kami, hendak membeli beberapa barang kebutuhan bulanan,, tidak ingin menyia-nyiakan waktu karena sepertinya tidak lama lagi hujan akan turun lagi lebih deras.
“hap”.. satu tangan menangkap lenganku, sedikit terkejut aku menoleh pada pemilik suara.
“rica?” senyumku menetralisir keterkejutan.
“dari mana kamu?” tanyanya memperhatikanku
“pulang kerja, ada yang mau dibeli. Dari mana cha?”
“ketemu teman” jawabnya singkat dan kulihat dia tengah memperhatikan sesuatu..
“futur kamu sekarang” lanjutnya dengan intonasi yang sulit kutebak maksudnya, tapi dari wajahnya terlihat keseriusan.
“hehe..” aku membunuh ketidaknyamanan.
“oia.. aku harus bergegas, keburu hujan” bergegas kupamit dan mengejar temanku yang sudah duluan berjalan.

**

Menunggu angkot penuh, kegiatan yang bagi sebagian orang termasuk hal yang membosankan. Tapi menurutku tidak, ada banyak hal yang bisa kita kerjakan contohnya seperti yang saat ini kulakukan.. bercengkrama dengan pikiran sendiri tentang makna futur yang baru saja disandangkan seorang teman untukku.

Perasaan: “Ah.. aku tahu, futur yang dimaksudnya bukanlah sebuah aliran musik atau pandangan yg lebih mementingkan pemenuhan arti masa depan.. bukan..! aku tahu maksudnya adalah kondisi ruhiyyah yang sedang menurun. apa ukuran jilbab menjadi acuan ke’futur’an tersebut? Jadi apa hubungan ibadah dengan ukuran jilbab padahal sama-sama syar’i? Berapa beda pahala untuk masing-masing ukuran jilbab? Ah.. atau biar kutebak, mungkin pemakai jilbab yang lebih lebar itu punya hati yang lebih khusu’ dalam beribadah? Makanya ketika futur, ukuran jilbabnya berkurang. Nah.. atau lagi, orang-orang dengan jilbab ukuran sedang sepertiku kurang baik? Kurang sopan? Kurang.. phufft,,”

Pikiran: “bukan..bukan.. bukan seperti itu, jangan menyamakan semua hal, mereka berada di folder berbeda, coba sekarang: apakah yang bersih itu selalu suci? Ataukah yang suci itu selalu bersih?”

Perasaan: “yang suci itu pasti bersih.. tapi yang bersih belum tentu suci”

Pikiran: “itu dia kawan, jangan salah memaknai banyak hal. Perintah yang turun itu adalah menutup aurat dengan benar: tidak transparan, menutup dan bukan membungkus, tidak menyerupai pakaian laki-laki (dan sebaliknya) atau pakaian wanita kafir, dan bukan bertujuan menarik perhatian. Udah..!”

Perasaan: “tapi tadi?”

Pikiran: “sudahlah.. apa dia yang mencatat amalanmu?”

Perasaan: “tidak”

Pikiran: “ya sudah_ selesaikan?”

Perasaan: “baiklah..”

Dan cengkrama dalam kepalaku dimenangkan oleh otak.. perasaanku sudah tenang. Ah.. peduli apa aku dengan anggapan orang.